Jumat, 22 November 2013

#SekotakSurabi


whose "you" are

Kalau tak mengizinkan untuk berfikir dan melakukan hal seperti itu
untuk apa di pertahankan dan kemudian menyalahkan??
itu hanya akan menimbulkan murka dan menciptakan rasa muak..
lepaskanlah...

     Akupun ingin enyah.. menghilang jauh tanpa ada yang
tertahan dalam setiap senyum ku..
tapi yg terjadi?? apa? semua berbeda..
jauh ketika rasa muak yg telah melekat ketika "kau" memandang ku
aku pun mengikhlas kan nya.. hanya dengan satu harapan..
aku terasingkan..

     Dan ketika jauh yg teramat dari rasa ingin melangkah pergi..
satu kaki ku terkunci.. akupun tak tau itu apa?
tapi satu yg harus kau ingat.. aku disini dan melakukan semua ini untuk
waktu yg nantinya akan kujumpai dan semua
hasil adalah milik ku SENDIRI....!!!

Selasa, 12 November 2013

sajak sampah

Senyum si Faiz

terkadang aku merindukan senyum senyum seperti ini
tak perlu siapa sosok yang melontarkan.. namun
jika itu terlontar dengan tulus maka hilanglah penat,
gundah serta semua kegelisahan.. ya walau hanya sementara
namun itu lebih dari cukup. ketika semua sibuk dengan ego dan ambisi masing masing

Terkadang hati sama seperti awan jika tak kuat menampung semua uap lautan
mm yaudah turun hujan.. 
wajah wajah seperti ini yang aku rindukan
ketika senyum ikhlas tak perlu dibayar mahal..

Hei



sampai kapan mereka dapat terus tersenyum seperti ini..??
mungkin sampai tangan tangan tirani merenggutnya..
jangan kembalikan masa masa kelam itu untuk saat ini

Ketiak kota Mu

Padang 9 november 2013 pagi ku tak lagi dtemani dgn segelas kopi, 
hanya secangkir rebusan jahe. Entah apa yg ada dlm pikiran ku saat ini??
Semua samar namun dapat kurasakan dan memang bodoh,
 selalu memaksakan bangun tidur dgn rasa pusing dan raga melayang.
Aku mungkin tak lagi waras karna lebih memilih menjalani semua dgn rumit.
Hemm mungkin ini jawaban atas diam ku pada Mu??
Memang semua jauh berbeda seperti seluruh raga dan jiwa ku 
ketika berada di tempat lain.. 
Atau apa kah memang benar tentang apa yg slama ini ku pendam, 
dalam benak. Bahwa seperti itu lah kota ini??...
Aah entahlah, aku lelah mengeluh di ketiak kota kota Mu 
yg ku pijakan Tanpa bersyukur atas keluhan ini, Kau lah yg tlah memberi kedewasaan..