Kamis, 19 Agustus 2010

Terik Matahari Senja

Pekat, hitam. Mungkin itu yg tergambar dari raut wajah mu sekarang
kusam, tak terawat. Terbakar terik senja yg mengengat

kau berjuang dengan selongsong besi tua tak bernyawa
wangi semangat penuh asa saat terik matahari senja terbawa bersama hembus nafas bumi

kau pria tua dengan semangat muda di bawah terik matahari senja

senyum manis keluarga kecil terpancar dari dua bulatan sayup di muka

butir keringat tanda bahwa perjuangan itu ada

kau pria tua terus berjuang di bawah terik matahari senja


cikarang/18agustus2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

leave your comment. that supporting me