Malam surabaya begitu dingin menusuk sepi saat ini. Suara jangkrik dan sekawanan nyamuk tengah menari-nari disekujur raga ku yg tengadah di beranda rumah.
Kuacuhkan gatalnya gigitan makhluk kecil dan terbuai simfoni musik alam *suarajangkrik*.
Tengadah aku menatap kesudut rumah meratapi nasib sang lentera. '' hey siapa yg tega mencampakan mu?'' ia tak menjawab pertanyaan ku! Ku angkat dan kubersihkan setiap sudut tubuh usang nya dari debu kota!
Beginimalangkah nasib mu? Ketika mereka butuh pelita kau selalu senantiasa ada untuk nya. kini kau hanya menjadi barang usang yg ada disudut rumah. Ini kah gunanya kau diciptakan? Untuk dicampakan?!
Lentera maukah kau menyala tuk menemani ku malm ini? Dan senantiasa akan selalu kuingat jasa mu. Aku ingin melihat indahnya nyala api mu untuk kali ini
Malam pun semakin pekat dan nyala apinya pun semakin redup. Tengadah aku bersamanya di tengahnya sunyi malam yg indah. Lentera usang akan ku simpan kau terjaga dalam cerita untuk keturunanku nanti. Bahwa kau adalah peneman yg senantiasa menyinari dikala ku tengah tengadah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
leave your comment. that supporting me